Penyebab jerawat yang mengganggu pada wajah bisa dipengaruhi
beberapa factor, seperti jarang membersihkan muka, mengidap minyak berlebih
pada wajah dan lain sebagainya. Pengobatan untuk mengatasi jenis-jenis jerawat
tersebut juga beragam sesuai dengan jenis jerawat dan kecocokan kulit kita
terhadap obat tersebut, meski yang digunakan adalah obat alami. Kami anjurkan
jika anda memiliki masalah dengan jerawat maka mencobalah untuk memakai cara
alami dahulu sebelum dengan obat-obatan karena cara alami lebih efisien dan
tidak menimbulkan efek samping yang begitu besar.
Beberapa jenis
jerawat umum sebagai jerawat atau komedo tertutup mungkin lebih mudah
untuk mengobati daripada jenis lain seperti jerawat cystic atau jerawat kista
muda. Ciri-ciri jerawat lainnya terbentuk jauh ke dalam kulit dan menyebabkan
rasa sakit yang teramat sakit. Pengobatan paling cocok tergantung pada jenis
jerawat yang disebabkan kepada mereka. Bahkan sebelum mencoba untuk mengobati
jerawat, yang mempengaruhi, dalam upaya untuk menentukan jenis jerawat. Pada
tulisan kali ini kita akan membahas jenis-jenis jerawat yang mengganggu
aktivitas anda sehari-hari dengan harapan agar anda yang mempunyai masalah
khusunya jerawat dapat mengatasinya dengan mudah karena tahu akan jenis jerawat
tersebut dan bagaimana mengatasinya.
Berikut adalah beberapa jenis jerawat-jerawat mengganggu aktivitas anda :
1. Komedo
Terbuka (blackhead)
Komedo terbuka atau lebih
dikenal sebagai komedo disebabkan oleh pori-pori tersumbat sebagian atau
kelenjar keringat yang menghasilkan akumulasi minyak berlebihan. Biasanya
bakteri, sel kulit mati dan keratin sering terjebak dalam pori-pori ini.
Campuran zat penyumbat atau sebum mengalami oksidasi karena terkena udara dan
berubah warna menjadi gelap. Penampilan fisiknya sering ditandai dengan
benjolan kuning hitam atau gelap pada kulit. Setelah dikeluarkan, sebum yang
menyumbat berwarna coklat kekuningan. Komedo terbuka biasanya tidak menyebabkan
peradangan dan paling sering muncul pada hidung dan bokong.
2.
Komedo Tertutup (Whitehead)
Komedo tertutup terjadi akibat adanya penyumbatan pori-pori
atau kelenjar keringat dengan akumulasi minyak yang berlebih, bakteri, sel
kulit mati dan keratin. Komposisi campuran zat penyumbatnya sama dengan komedo
terbuka. Karena whiteheads tidak memiliki celah, maka campuran sebum tidak
terkena udara dan tidak teroksidasi. Warnanya tetap putih namun kadang
kekuningan. Penampilan fisiknya ditandai sebagai benjolan kecil putih. Komedo tertutup
juga biasanya tidak disertai peradangan. Whiteheads dapat muncul di mana saja
pada kulit.
3.
Papula (Benjolan Merah)
Papula memiliki karakteristik gundukan merah, sedikit
meradang, namun tidak memiliki puncak karena belum penuh dengan nanah. Komedo
yang tidak diobati dapat memburuk menjadi papula ketika dinding kelenjar yang
terinfeksi meletus, sehingga memungkinkan campuran sebum dan bakteri menembus
kulit di sekitarnya. Ketika sel-sel darah putih masuk ke kelenjar yang meletus
untuk melawan infeksi, terjadi peradangan. Jika tidak diobati, papula dapat
memperburuk menjadi pustula.
4.
Pustula (Benjolan Merah Dengan Puncak Putih)
Ketika papula tidak diobati selama beberapa hari, akumulasi
sel darah putih secara bertahap bergerak ke permukaan kulit. Pustula memiliki
ciri-ciri memiliki noda di bagian tepi, meradang berwarna kemerahan dan bagian
tengahnya berwarna kekuningan atau putih. Pustula sebenarnya merupakan standar
dari istilah jerawat yang banyak disebutkan orang.
5.
Nodul dan Kista
Jerawat yang sampai menimbulkan benjolan dan kista yang
besar di bawah permukaan kulit ini lebih parah daripada jenis sebelumnya.
Peradangan umum ditemui pada jerawat jenis ini dan juga menyakitkan jika
disentuh. Nodul dan kista terbentuk ketika sebuah folikel meradang meletus di
bawah kulit. Campuran sebum akibat peradangan kemudian menyebar ke seluruh
folikel di sekitarnya dan menginfeksi pori-pori di sekitarnya. Sebaiknya jangan
meremas dan memencet noda ini karena perawatan yang tidak benar dapat
mengakibatkan infeksi lebih dalam dan luas, juga dapat menyebabkan peradangan
kulit berkepanjangan dan bekas luka yang sulit dihilangkan. Jika dibiarkan,
jerawat nodul dan kista dapat terbentuk lagi di tempat yang sama. Sebaiknya
segera temui dokter kulit.
Jerawat
yang sangat parah jarang terjadi, tetapi dapat menyebabkan bekas luka serius
pada kulit. Dua tipe umum dari jerawat yang sangat parah meliputi:
1.
Jerawat Conglobata
Jerawat conglobata lebih sering terjadi pada laki-laki
daripada perempuan pada usia 18 – 30 tahun. Penampilan fisiknya sering ditandai
dengan benjolan yang meradang, besar, saling menyambung dan tetap aktif selama
bertahun-tahun. Jerawat ini paling sering ditemukan pada wajah, dada, punggung,
pantat, lengan atas dan paha. Kondisi ini biasanya dimulai dengan komedo yang
memperburuk menjadi jerawat nodul dan kista. Nodul dan kista tersebut kemudian
dapat terus pecah dan terhubung sehingga menciptakan lesi yang berulang. Jika
tidak diobati, jerawat conglobata dapat menyebabkan kerusakan kulit yang tak dapat
dihilangkan.
2.
Jerawat Fulminans
Jerawat fulminans juga dikenal sebagai jerawat ulseratif
akut dan terjadi jika pengobatan jerawat conglobata tidak berhasil. Individu
yang terkena akan mengalami rasa sakit dan peradangan pada sendi ditambah
dengan masalah kulit akibat jerawat conglobata. Pembengkakan kelenjar getah
bening di leher, penurunan berat badan ekstrim dan kekakuan otot dapat terjadi.
Setelah mengenali jenis-jenis jerawat, ada Banyak cara untuk
menghilangkan jerawat, ada cara yang Instan dan ada juga yang alami. Jika kita
banyak uang, kita bisa menghilangkan dengan pergi ke perawatan wajah. Jika anda
ingin menghemat uang anda maka anda bisa menghilangkan jerawat dengan cara yang
alami. Secara medis, jerawat adalah penyakit yang terjadi karena pori-pori
kulit tersumbat sehingga menimbulkan sebuah kantung nanah yang meradang.
Penyakit ini bisa disembuhkan dengan banyak cara tradisional maupun secara
medis. Mari kita budayakan hidup sehat agar tujuan hidup kita tercapai dan
salam hidup sehat dari kami.
